RESENSI JURNAL
Oleh : Alifia Cahyani (2224200056) dan Dini Khanifa Yanti (2224200091)
Kelas 2C, Prodi Pendidikan Biologi
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Judul jurnal : Model Pembelajaran Quantum Learning dengan Strategi Pembelajaran Tugas dan Paksa
Penulis : Novita Basaria & Leonard
Penerbit : Universitas Indraprasta PGRI
Tahun terbit : Agustus 2018
Halaman : 274-287
Keywords : Learning model, cooperative, Quantum Learning, Task and Forced learning strategy
Sinopsis/Isi Jurnal
Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan (Ikhsan, 2003 : 2). Dalam dunia pendidikan, terdapat beberapa faktor pendukung seperti sistem pendidikan yang salah satunya adalah model pembelajaran yang akan diterapkan oleh guru. Dengan adanya model pembelajaran diharapkan menjadi suatu hal yang sangat penting bagi peningkatan kemampuan siswa untuk mendapatkan ilmu yang telah diberikan oleh gurunya. Hal ini menjelaskan bahwa guru, siswa dan model pembelajaran saling erat berkaitan untuk meningkatkan prestasi siswa.
Peningkatan mutu pendidikan formal tidak akan terlepas dari komponen-komponen yang melekat dan saling berkaitan, diantaranya siswa, guru dan model pembelajaran yang dipakai. Komponen- komponen tersebut memegang peranan penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. “Learning process in the classroom is successful if students can control knowledge and use it if necessary, and build the student's awareness of the important knowledge they have been received. Beside it, the learning process must be fun, full of friendly atmosphere, but the essentials of student's obligation to understand the material from the teacher must exist” (Leonard, 2018).
Apabila seorang guru dalam memilih model pembelajaran kurang tepat maka menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran sehingga kedepannya akan menimbulkan kesulitan dalam memilih dan menentukan model yang akan digunakan. Dengan adanya model pembelajaran, maka akan membuat tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Model pembelajaran sangat penting digunakan agar siswa yang belum memahami materi dapat lebih memahami dengan adanya model pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar. Jika adanya model pembelajaran maka kemampuan dalam diri siswa akan meningkat sedikit demi sedikit, dan akan merubah hasil belajar siswa menjadi lebih baik lagi. Dalam hal ini salah satu yang dibutuhkan siswa adalah pemilihan model pembelajaran yang tepat (tidak membosankan). Berdasarkan permasalahan tersebut model pembelajaran yang tidak mengharuskan siswa untuk selalu menghafal. Untuk salah satu model pembelajaran yang menjadi pilihan adalah model pembelajaran Quantum Learning.
Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat (DePorter & Hernacki, 2011: 16).
Model pembelajaran Quantum Learning tentunya memiliki tujuan agar model yang dipakai dapat mengubah kemampuan pemecahan masalah matematika. Adapun tujuan dari pembelajaran quantum learning adalah :
1) Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2) Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
3) Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
4) Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
5) Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Learning memberikan pengalaman baru kepada siswa yang berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga materi yang diajarkan menjadi suatu hal yang menarik untuk dipelajari.
Namun ada beberapa kekurangan dari model Quantum Learning di antaranya yaitu, membutuhkan pengalaman yang nyata, waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar dan kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa. Akibatnya menjadikan beberapa siswa yang nilainya kurang memuaskan. Untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajarnya maka perlu dilakukan strategi pembelajaran tugas dan paksa. Strategi pembelajaran tugas dan paksa adalah berupa pemberian tugas yang akan dikumpulkan dalam waktu yang tidak lama. Dengan adanya model Quantum Learning dengan strategi tugas dan paksa ini membuat siswa tidak ada yang dibeda-bedakan. Siswa diberi perlakuan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing dengan ditambahkan pemberian tugas-tugas dengan suatu paksaan yang harus dikerjakan siswa dengan diberi jangka waktu yang tidak lama. Tujuannya disini agar siswa belajar disiplin dengan lebih mempertanggungjawabkan soal-soal yang diberikan gurunya. Metode ini mengajarkan siswa agar tidak malas dalam menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan dirumah.
Kelebihan Jurnal :
- Dengan pemaparan yang jelas dan lengkap mulai dari pendahuluan atau latar belakang dari model Quantum learning dengan strategi pembelajaran tugas dan paksa hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan melalui model terebut.
- Penulisan jurnal ini juga teratur dan sesuai dengan kaidah pembuatan penulisan jurnal
- Kata yang digunakan juga bersifat baku dan sesuai dengan kamus EYD bahasa Indonesia.
- Dengan menyertakan daftar pustaka, dan sumber yang digunakan merupakan sumber terbarukan.
Kekurangan Jurnal :
- Data-data pendukung yang digunakan dalam penarikan kesimpulan masih kurang, hanya membahas mengenai data secara umum.
- Penulis tidak menyertakan hasil penelitiannya sendiri, hanya menyertakan hasil penelitian orang lain.
- Tidak terdapat nomor dan volume jurnal.
Saran :
Sebaiknya penulis menambahkan hasil penelitiannya sendiri agar lebih banyak mendapat informasi mengenai diterapkannya model pembelajaran quantum learning dengan strategi tugas dan paksa. Penulis perlu memperhatikan ketika menarik kesimpulan, sertakan data yang membahas topik secara umum dan juga secara khusus agar lengkap.
Jurnal yang di resensi :
Basaria, N, & Leonard. (2018). Model Pembelajaran Quantum Learning dengan strategi pembelajaran tugas dan paksa. Jurnal Hasil Penelitian & Pengabdian Masyarakat (274-287) http://proceeding.unindra.ac.id/index.php/dispanas2018/article/download/169/39.
Pustaka lainnya :
Leonard. (2018). Task and forced
instructional strategy : instructional
strategy based on character and culture of indonesia nation. Formatif :Jurnal Ilmiah
Pendidikan MIPA, 8(1), 51–56.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/formatif.v8i1.2408
Madapangga, S. (2016). Strategi
pembelajaran group investigation pada
siswa. Jurnal Pendidikan MIPA, 6(2), 74–
78.
Komentar
Posting Komentar